Minggu, 09 September 2012

Sejarah Benakat Sepanjang Zaman 9


NAJAMUDDIN KUMBANG SERAMPU SAKTI, menetap di KUTE NAKAT
ABDULLAH ULUNG SERAMPU PATI, menetap di KUTE BUKIT UNGGUL
dlm Sungai Benakat

diceritakan bahwa MUHAMMAD SAID PUTING ALAM meninggal dunia dlm tahun 1560 M, dan ia digantikan oleh anaknya yang bernama : NAJAMUDDIN KUMBANG SERAMPU SAKTI.
Pada tahun 1314 M, MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG bersama seorang adiknya yang bernama MUHAMMAD ILIYAS KUMBANG SAKTI datang ke KUTE MUAHE HENING (sekarang terkenal dengan nama MUARA ENIM) dan mereka bertemu dengan SYEKH JALALUDDIN yang pada masa itu telah menguasai dan memerintah KUTE MUAHE HENING (sekarang terkenal dengan nama MUARA ENIM).
MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG adalah seorang Ulama Islam yang datang dari JUMBAI (JAMBI), maka atas petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh SYEKH JALALUDDIN tersebutlah MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG bersetuju untuk mencari tempat menetap guna penyebaran Agama Islam.
diceritakan selanjutnya bahwa MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG beserta adiknya yang bernama MUHAMMAD ILIYAS KUMBANG SAKTI, dengan berjalan kaki mereka keluar masuk hutan belukar menyusuri disepanjang Sungai Lematang, maka pada sebuah Tanjungan mereka bertemu sebuah tempat yang agak menarik perhatian mereka, sehingga MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG dan MUHAMMAD ILIYAS KUMBANG SAKTI menyaksikan sendiri,sebuah perkampungan Hutan Bambu yangs sangat luas sekali sejauh mata memandang dan akhirnya setelah mereka mengadakan perundingan tersebutlah cerita mereka dua beradik sependapat untuk membuka Hutan Bambu tersebut yang cukup luas serta mereka memutuskan untuk menetap bertempat tinggal di tempat tersebut.
Setelah mereka selesai membuka Hutan Bambu itu maka tempat tersebut atas persetujuan mereka bersama diberi nama KUTE MUMPE LIBAU (sekarang terkenal dengan Nama Dusun Kepur, marga TPP. BUBUNG, Kec. Kota Muara Enim) MUMPE LIBAU, artinya ialah : BULUH atau BAMBU YANG LUAS.
Selanjutnya diceritakan bahwa MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG beristerikan seorang Puteri yang berasal dari Pulau Jawa dan dari perkawinan itu mereka mendapat tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan ialah sebagai berikut :
  1. MUHAMMAD YAIKUP TAMENG SAKTI
  2. MUHAMMAD ALI RAMA SAKTI
  3. MUHAMMAD FADIL RATU SEMPURNA
  4. ZAKIAL
Pada tahun 1408 M, MUHAMMAD DAUD TEMENGGUNG meninggal dunia dan setelah ia meninggal dunia, maka kedudukannya digantikan oleh anaknya yang bernama MUHAMMAD YAIKUP TAMENG SAKTI.
diceritakan bahwa MUHAMMAD YAIKUP TAMENG SAKTI, beristerikan seorang puteri yang berasal dari KUTE HEBAN BATU (sekarang terkenal dengan nama Marga Gedung Agung Kabupaten Lahat) yang bernama SITTI YAMILAH dan dari perkawinan itu mereka mendapat mendapat dua orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan ialah sebagai berikut :
  1. MUHAMMAD RASYID SYAH ALAM
  2. ABDUL HAMID SINDANG MARGA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar